Monday, April 4, 2011

RISET DI KELOMPOK KEAHLIAN FISIKA NUKLIR ITB

Riset merupakan aktifitas yang sangat dekat dengan kalangan akademisi. Riset dilakukan untuk menghasilkan suatu karya yang berlandaskan sendi-sendi ilmu pengetahuan dengan mengikuti metode penelitian ilmiah. Orang yang melakukan riset harus mengetahui latar belakang risetnya dan latar belakang dirinya sendiri dalam kaitannya denganriset tersebut. Dalam kaitannya pada diri saya sebagai mahasiswa Fisika ITB, sebelum terjun ke dunia riset, maka saya sendiri harus mengetahui lingkungan akademik diri saya pribadi. Untuk itu, secara umum saya harus menggali informasi dari banyak kalangan yang berada di lingkungan program studi fisika ITB.
Program Studi Fisika ITB memiliki 5 KK (Kelompok Keahlian) yang terdiri dari Fisika Material Elektronik, Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Fisika Magnet Fotonik, Fisika Sistem Kompleks, dan Fisika Nuklir dan Biofisika. Fisika nuklir adalah Sub-Kelompok Keahlian dari Fisika Nuklir dan Biofisika. Dalam tulisan ini, akan saya paparkan sebagian tentang riset-riset yang ada di Sub-KK Fisika Nuklir ITB sesuai yang telah saya dapatkan dari hasil wawancara dengan Mas Subono FI’07, yang sekarang sedang memfokuskan studi-nya di fisika nuklir.
Ada banyak riset yang sedang dilakukan oleh dosen ataupun mahasiswa baik S1, S2, maupun S3 di Sub-KK Fisika Nuklir. Beberapa diantaranya yang saya dapatkan dari narasumber adalah riset-riset dengan tema umum sebagai berikut:
1.        Reaktor Nuklir Kapal
2.        Reaktor Fusi
3.        Daur Ulang Limbah Nuklir
Ketiga riset yang disebutkan di atas adalah riset-riset yang masih dilakukan sampai sekarang, adapun yang terlibat dalam riset, deskripsi riset, tujuan, penanggung jawab, yang sudah dan sedang dilakukan sekarang ini saya tuliskan di bawah ini.

1. Reaktor Nuklir Kapal
Riset Reaktor Nuklir Kapal dipimpin oleh bapak Prof. Dr. Zaki Su’ud (dosen fisika ITB), beserta mahasiswa beliau yang terdiri dari mahasiswa S1, S2, dan juga S3. Reaktor nuklir kapal merupakan reaktor nuklir yang dapat mobile, yang berarti reactor nuklir ini bersifat fleksibel, dapat dibawa kemanapun. Reaktor ini cocok untuk dibawa ke daerah terpencil yang masih kekurangan sumber energy. Oleh karena itu, reactor ini diharapkan mampu membantu suplai listrik di daerah terpencil yang ingin dituju, karena seperti yang diketahui bahwa daerah terpencil amat rawan kekurangan energy khusunya energy listrik. Reaktor nuklir kapal memiliki beberapa tipe, yakni:
-       Tipe kecil, memiliki kapasitas kurang dari 200 MWe (Mega Watt Electric)
-       Tipe menengah, memiliki kapasitas 200 – 1000 MWe
-       Tipe standar, memiliki kapasitas 1000 – 2000 MWe
-       Tipe besar, memiliki kapasitas lebih dari 2000 MWe
Adapun riset yang dilakukan dari reactor nuklir kapal ini adalah lebih memfokuskan pada desain reactor kapal-nya, desain reactor nuklir kapal yang fleksibel, aman, memiliki efisiensi yang optimum, serta mudah dalam pengaplikasiannya. Dari riset ini, sudah dihasilkan pemodelan dari reactor nuklir kapal dengan menggunakan pemrograman.

2. Reaktor Fusi
Riset reactor fusi merupakan riset yang sangat lama digali oleh kalangan ilmuwan diseluruh dunia karena reaksi fusi menghasilkan energy yang jauh lebih besar daripada reaksi fisi, lebih murah, serta bersih dari limbah nuklir. Tapi untuk dapat melakukan reaksi fusi dibutuhkan panas yang sangat tinggi, sekitar 15 juta kelvin, sehingga sulit dihasilkan reaksi fusi karena tidak mudah mendapatkan media pelindung reksi yang terbuat dari bahan yang tahan panas sampai 15 juta kelvin, sebagian besar bahan logam dan nonlogam di alam meleleh pada suhu tersebut. Dalam perkembangannya ditemukan media pelindung dengan medan magnet yang dihasilkan oleh toroida, secara teoritik medan magnet yang dihasilkan dapat menjadi pelindung lingkungan dari reactor fusi, tetapi dalam aplikasinya akan tidak aman jika ada bagian yang bocor dari bahan yang menghasilkan medan magnet tersebut.
Dilatarbelakangi oleh penjelasan di atas, riset reactor fusi (belum mengetahui siapa saja yang terlibat dalam riset ini) ini dikhususkan untuk menentukan desain reaktor yang kompatibel untuk reaksi fusi supaya reaksi yang dihasilkan tidak merusak desain, memiliki safety yang baik, dan efisien. Adapun Kendal dalam riset ini adalah rumitnya perhitungan untuk dibuat pemodelannya. Sampai saat ini riset ini sedang dikerjakan dalam TA (belum saya ketahui siapa yang mengerjakan TA ini).

3. Daur Ulang Limbah Nuklir
Riset daur ulang limbah nuklir dipimpin oleh bapak Dr. Abdul Waris (dosen sekaligus ketua program studi fisika ITB saat ini), bersama mahasiswa bimbingannya. Tidak begitu detil informasi yang saya dapatkan tentang riset ini. Namun scara garis besar daur ulang limbah nuklir ini memanfaatkan limbah hasil reaksi fisi dari reactor nuklir yang terdiri dari plutonium dan uranium (kadar rendah) untuk dipakai lagi sebagai bahan bakar reactor nuklir lagi (dalam kadar yang ditentukan). Meskipun daya yang dihasilkan tidak sebesar daya yang dihasilkan oleh bahan bakar yang bukan limbah, setidaknya pendaur ulangan limbah nuklir ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dari bahan bakar nuklir serta untuk mengurangi jumlah limbah nuklir di alam. Riset ini dimulai sejak awal tahun 2010, dilakukan untuk menggarap metode baru untuk daur ulang limbah nuklir. Progress yang didapat sekarang sudah pada tahap penjajakkan metode-metode daur ulang limbah nuklir yang sudah ada.



Riset mengenai energy nuklir menarik untuk dibahas dan dilakukan, terutama dalam hal pembangkit listrik untuk kepentingan pemenuhan energy listrik dalam negeri. Namun, lagi-lagi kita terkendala politisasi negeri ini sehingga tidak mudah untuk mengembangkan riset yang berkaitan dengan energy nuklir. Apalagi isu-isu dari pihak yang tidak mendukung energy nuklir sebagai salah satu sarana untuk pemenuhan kebutuhan listrik negeri ini yang ditujukan kepada masyarakat awam dengan isu-isu bahwa energy nuklir sangat menakutkan, layaknya bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada saat perang dunia II, serta peristiwa kebocoran reactor nuklir Cernobyl, dan terakhir adalah kejadian di reaktor nuklir Fukushima yang terjadi ledakan akibat tsunami. Padahal sesungguhnya energy nuklir sangat baik dan memiliki manfaat yang lebih besar jika mengelolanya dengan baik dan aman. Contohnya bisa kita lihat pada Negara-negara yang memiliki reactor nuklir, baik untuk kepentingan pemenuhan energy dalam negeri Negara tersebut maupun untuk kepentingan riset. Negara-negara tersebut aman-aman saja, sampai saat ini tidak terjadi peristiwa-peristiwa menakutkan masa lalu yang diisukan oleh sebagian orang yang tidak mendukung adanya reactor nuklir di negeri ini, Faktor keamanan tersebut tidak terlepas dari hasil riset yang dilakukan oleh ilmuwan masing-masing Negara. Kejadian ledakan ataupun kebocoran bisa kita antisipasi dengan terus melakukan evaluasi setiap saat untuk terus melakukan pengembangan-pengembangan yang bisa menjadikan sistem keamanan pada reaktor nuklir ataupun teknologi yang lain bisa semakin baik. Tidak bijak jika kita terus memperdebatkan layak atau tidak layaknya suatu jenis teknologi diterapkan di negeri ini, karena banyak sekali solusi yang bisa dilakukan untuk menerapkan hasil dari teknologi.
Oleh karena itu, tetaplah optimislah untuk menghasilkan riset-riset canggih khususnya dalam tulisan ini berupa riset teknologi nuklir, setidaknya untuk saat ini dalam bentuk pemodelan, beberapa tahun ke depan pasti bisa dilakukan dalam bentuk real .
Demikian tulisan ini saya buat, mohon maaf jika dalam penyampaian informasi ataupun penataan kata yang tidak tepat. Mohon koreksi atas tulisan ini agar dikemudian hari tidak melakukan kesalahan yang sama.
Mohon maaf juga jika informasi yang saya sampaikan tidak lengkap dan kurang valid, karena sumber informasi hanya berasal dari kakak angkatan fisika 2007 yang sedang melakukan TA di bidang ini.
Terimakasih……^^


Oleh              : Rouf, Fisika ITB'09

No comments:

Post a Comment

Silakan Tinggalkan Komentar Anda Disini!