Wednesday, April 6, 2011

Tentang Isra Mi'raj (Pandangan Pribadi)

Pada tulisan kali ini, saya ingin sedikit membicarakan tentang perjalanan dakwah Rasulullah SAW kala beliau mengalami peristiwa luar biasa yang terjadi ketika masa-masa sebelum hijrah dimana posisi beliau waktu itu dalam keadaan terjepit antara titik keberhasilan dihadapan dan tekanan yang terus mendera. Peristiwa luar biasa itu pastinya sangat akrab dengan pikiran kita selaku muslim, yakni peristiwa Isra' Mi'raj. Banyak pendapat tentang waktu terjadinya isra' mi'raj, Salah satunya yang berpendapat bahwa Isra terjadi pada bulan Muharram tahun ke-13 dari kenabian atau 1 tahun 2 bulan sebelum hijrah. Pendapat lain mengatakan bahwa Isra terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun ke-13 dari kenabian atau 1 tahun sebelum hijrah[1].

Detail terjadinya peristiwa Isra' Mi'raj secara ringkas dijelaskan oleh para ahli hadits adalah sebagai berikut. Menurut Ibnul Qayyim mengatakan, menurut pendapat yang sahih, Rasulullah SAW di-isra'-kan dengan jasadnya dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis dengan mengendarai buraq ditemani oleh malaikat Jibril, kemudian beliau dibawa ke langit dunia. Setelah itu beliau naik ke langit kedua dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya. Begitu seterusnya secara berturut-turut naik kelangit yang lebih tinggi sampai langit ketujuh. Tidak selesai sampai di situ, beliau terus menjelajahi Sidratul Muntaha dan naik lagi ke Baitul Makmur, kemudian diangkat lagi untuk menghadap Allah Yang Maha Perkasa dan mendekat kepada-Nya. Proses terjadinya Isra Mi'raj ini hanya terjadi dalam satu malam saja. Satu-satunya hasil dari perjalanan Isra' Mi'raj yang berlaku pada seluruh umat Muslim adalah perintah sholat 5 waktu. Alasan paling nyata dan paling besar dari perjalanan ini adalah firman Allah: "Agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan kami." (Q.S. Al-Israa: 1)[1].

Dari uraian di atas apa kita bisa bisa membayangkan bagaimana proses fisis terjadinya Isra' Mi'raj? bagaimana konsep fisika yang cocok dengan kejadian ini? Apa dampak yang dihasilkan dari konsep fisika yang kita pakai untuk peristiwa ini?

Dari beberapa artikel yang saya baca, serta obrolan-obrolan santai saya bersama beberapa teman, sebagian besar banyak yang mengaitkan peristiwa Isra Mi'raj ini dengan kosep teori relativitas khusus Einstein. Menurut beberapa artiel yang saya baca, Isra' Mi'raj bisa terjadi dengan cara Rasulullah SAW didampingi dengan malaikat Jibril mengendarai buraq yang bergerak dengan kecepatan mendekati atau sama dengan kecepatan cahaya. Dengan begitu beliau bisa melakukan perjalanan jauh dalam waktu yang singkat menurut pengamat di bumi dan merasakan kejadian-kejadian yang Rasulullah alami relatif lebih lama menurut Beliau. Sekilas kita akan menganggukan kepala dengan apa yang sudah dituliskan di atas, namun mengapa saya masih meragukan/menolak pemaparan ini? Apakah bergerak dengan kecepatan cahaya sudah bisa sampai ke langit? lalu berapa jarak yang ditempuh rasulullah untuk sampai ke langit? Bagaimana keadaan seseorang jika bergerak dengan kecepatan mendekati atau sama dengan kecepatan cahaya? Apakah yang dimaksud dengan buroq, kendaraankah, metode untuk perjalanan, istilah perjalanannya, atau lainnya? Baiklah, dengan sedikit pemahaman yang saya miliki tentang TRK, saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mohon dikoreksi jika ada pernyataan yang menyalahi teori karena saya-pun masih dalam proses pembelajaran.

Mengutip dari pernyataan Pak Agus Purwanto, D.Sc. dalam bukunya yang berjudul Ayat-Ayat Semesta, hitungan kasar beliau mengenai kecepatan ruh dan malaikat adalah 18.250.000 kali kecepatan manusia. Jika Mi'raj dari Masjidil Aqsa ke langit dan kembali lagi ke bumi dilakukan mulai jam 8 malam sampai dengan jam 4 pagi, maka jarak yang ditempuh Nabi Muhammad SAW. mencapai 1.825.000.000 km dari bumi, dan ini hanya bisa mencapai planet Saturnus. Perhitungan ini baru menggunakan konsep fisika klasik. Bagaimana dengan konsep relativitas khusus? Dengan mengasumsikan kecepatan ruh dan malaikat sama dengan kecepatan cahaya (300.000 km/s), maka jarak yang berhasil ditempuh adalah 4.320 juta kilometer, hanya bisa mencapai planet Neptunus[2]! Dengan begitu berarti langit ada di sekitar planet neptunus dong? apa ini benar? Tentu kita tidak bisa menerima hasil ini karena kekuasaan Allah lebih besar daripada jarak Bumi dan Neptunus, dan alam semesta yang Allah ciptakan jauh-jauh lebih besar lagi daripada jarak hasil dari argumen ini. Selain itu, banyak sekali kekurangan-kekurangan dari hasil ini yang sudah menggunakan banyak macam asumsi-asumsi fisis. Kemudian, untuk pendukung argumen dengan teori relativitas khusus, jangan abaikan konsep kontraksi panjang dan dinamika relativistik dimana salah satunya adalah massa benda yang bergerak dengan kecepatan mendekati cahaya akan meningkat dibandingkan dengan masa diamnya. Dari dua konsep ini, jika kita bergerak dengan kecepatan yang benar-benar mendekati kecepatan cahaya, maka tubuh kita akan menjadi tak terhingga tipisnya dan tak terhingga massa tubuhnya. Dengan begitu, mampukah tubuh kita menahan massa yang super besar dengan tubuh yang super kecil, bisa-bisa sesaat setelah mulai bergerak tubuh kita akan musnah terlebih dahulu, entah itu dalam bentuk ledakan, ataupun bentuk fisis lainnya. Tentu saja hal ini tidak mungkin terjadi pada diri Rasulullah SAW karena beliau berada dalam kondisi baik-baik saja tanpa sedikitpun goresan luka seusai perjalanannya.

Bagaimana dengan buraq? Mungkin ini yang bisa menjawab kejadian Isra' Mi'raj, jika kita mengetahui tentang sesuatu yang berkaitan dengan buraq, tentunya berbagai macam pertanyaan mengenai proses perjalanan isra' mi'raj Rasulullah akan menemui kecerahan, namun apa itu buraq? kendaraankah? metode perjalanankah? atau lainnya? Bisakah kita kaitkan dengan konsep sains terutama fisika? Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai buraq, hanya sekilas diketahui bahwa makna harfiah dari buraq sendiri adalah "kilat", entah apa yang dimaksud kilat dalam konteks Isra' Mi'raj ini, kita belum bisa menemukan jawabannya. Atau adakah dari pembaca sendiri mengetahui penjelasan tentang buraq ini? Jika ada, penjelasannya.

Itulah sedikit penjelasan mengenai ketidak cocokan TRK dengan peristiwa Isra' Mi'raj yang dialami Rasulullah. Inti dalam tulisan ini adalah bahwa peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah ini masih belum kita dapati kecocokannya dengan ilmu sains yang sudah kita ketahui, atau entah memang tidak mungkin untuk kita ketahui dengan teori apapun karena peristiwa ini merupakan hal ghaib yang Allah tidak memberi pengetahuan kepada umat manusia. Tentunya tidak bijak jika kita langsung mengambil kesimpulan seperti itu, karena Allah SWT selalu memerintahkan umat manusia untuk terus berfikir, menggali ilmu tentang bidang apa saja. Jika memang bisa dijelaskan, semoga suatu saat nanti ada yang bisa menjelaskan dengan konsep fisika atau konsep lainnya tentang Isra' Mi'raj ataupun peristiwa lain yang belum ditemukan jawabannya. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berfikir dan mengkaji keindahan dan kemanfaatan penciptaan-Nya. Amiin.
Wallahu a'lam bishawab..


Referensi:
[1] Al-Mubarakfury, Safiyurrahman. Shahih Sirah Nabawiyah. Terjemahan, Penerbit Jabal, Bandung, 2010, 176-183.
[2] Purwanto, Agus. Ayat-Ayat Semesta. Mizan, Bandung, 2009, 309-311

Monday, April 4, 2011

RISET DI KELOMPOK KEAHLIAN FISIKA NUKLIR ITB

Riset merupakan aktifitas yang sangat dekat dengan kalangan akademisi. Riset dilakukan untuk menghasilkan suatu karya yang berlandaskan sendi-sendi ilmu pengetahuan dengan mengikuti metode penelitian ilmiah. Orang yang melakukan riset harus mengetahui latar belakang risetnya dan latar belakang dirinya sendiri dalam kaitannya denganriset tersebut. Dalam kaitannya pada diri saya sebagai mahasiswa Fisika ITB, sebelum terjun ke dunia riset, maka saya sendiri harus mengetahui lingkungan akademik diri saya pribadi. Untuk itu, secara umum saya harus menggali informasi dari banyak kalangan yang berada di lingkungan program studi fisika ITB.
Program Studi Fisika ITB memiliki 5 KK (Kelompok Keahlian) yang terdiri dari Fisika Material Elektronik, Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Fisika Magnet Fotonik, Fisika Sistem Kompleks, dan Fisika Nuklir dan Biofisika. Fisika nuklir adalah Sub-Kelompok Keahlian dari Fisika Nuklir dan Biofisika. Dalam tulisan ini, akan saya paparkan sebagian tentang riset-riset yang ada di Sub-KK Fisika Nuklir ITB sesuai yang telah saya dapatkan dari hasil wawancara dengan Mas Subono FI’07, yang sekarang sedang memfokuskan studi-nya di fisika nuklir.
Ada banyak riset yang sedang dilakukan oleh dosen ataupun mahasiswa baik S1, S2, maupun S3 di Sub-KK Fisika Nuklir. Beberapa diantaranya yang saya dapatkan dari narasumber adalah riset-riset dengan tema umum sebagai berikut:
1.        Reaktor Nuklir Kapal
2.        Reaktor Fusi
3.        Daur Ulang Limbah Nuklir
Ketiga riset yang disebutkan di atas adalah riset-riset yang masih dilakukan sampai sekarang, adapun yang terlibat dalam riset, deskripsi riset, tujuan, penanggung jawab, yang sudah dan sedang dilakukan sekarang ini saya tuliskan di bawah ini.

1. Reaktor Nuklir Kapal
Riset Reaktor Nuklir Kapal dipimpin oleh bapak Prof. Dr. Zaki Su’ud (dosen fisika ITB), beserta mahasiswa beliau yang terdiri dari mahasiswa S1, S2, dan juga S3. Reaktor nuklir kapal merupakan reaktor nuklir yang dapat mobile, yang berarti reactor nuklir ini bersifat fleksibel, dapat dibawa kemanapun. Reaktor ini cocok untuk dibawa ke daerah terpencil yang masih kekurangan sumber energy. Oleh karena itu, reactor ini diharapkan mampu membantu suplai listrik di daerah terpencil yang ingin dituju, karena seperti yang diketahui bahwa daerah terpencil amat rawan kekurangan energy khusunya energy listrik. Reaktor nuklir kapal memiliki beberapa tipe, yakni:
-       Tipe kecil, memiliki kapasitas kurang dari 200 MWe (Mega Watt Electric)
-       Tipe menengah, memiliki kapasitas 200 – 1000 MWe
-       Tipe standar, memiliki kapasitas 1000 – 2000 MWe
-       Tipe besar, memiliki kapasitas lebih dari 2000 MWe
Adapun riset yang dilakukan dari reactor nuklir kapal ini adalah lebih memfokuskan pada desain reactor kapal-nya, desain reactor nuklir kapal yang fleksibel, aman, memiliki efisiensi yang optimum, serta mudah dalam pengaplikasiannya. Dari riset ini, sudah dihasilkan pemodelan dari reactor nuklir kapal dengan menggunakan pemrograman.

2. Reaktor Fusi
Riset reactor fusi merupakan riset yang sangat lama digali oleh kalangan ilmuwan diseluruh dunia karena reaksi fusi menghasilkan energy yang jauh lebih besar daripada reaksi fisi, lebih murah, serta bersih dari limbah nuklir. Tapi untuk dapat melakukan reaksi fusi dibutuhkan panas yang sangat tinggi, sekitar 15 juta kelvin, sehingga sulit dihasilkan reaksi fusi karena tidak mudah mendapatkan media pelindung reksi yang terbuat dari bahan yang tahan panas sampai 15 juta kelvin, sebagian besar bahan logam dan nonlogam di alam meleleh pada suhu tersebut. Dalam perkembangannya ditemukan media pelindung dengan medan magnet yang dihasilkan oleh toroida, secara teoritik medan magnet yang dihasilkan dapat menjadi pelindung lingkungan dari reactor fusi, tetapi dalam aplikasinya akan tidak aman jika ada bagian yang bocor dari bahan yang menghasilkan medan magnet tersebut.
Dilatarbelakangi oleh penjelasan di atas, riset reactor fusi (belum mengetahui siapa saja yang terlibat dalam riset ini) ini dikhususkan untuk menentukan desain reaktor yang kompatibel untuk reaksi fusi supaya reaksi yang dihasilkan tidak merusak desain, memiliki safety yang baik, dan efisien. Adapun Kendal dalam riset ini adalah rumitnya perhitungan untuk dibuat pemodelannya. Sampai saat ini riset ini sedang dikerjakan dalam TA (belum saya ketahui siapa yang mengerjakan TA ini).

3. Daur Ulang Limbah Nuklir
Riset daur ulang limbah nuklir dipimpin oleh bapak Dr. Abdul Waris (dosen sekaligus ketua program studi fisika ITB saat ini), bersama mahasiswa bimbingannya. Tidak begitu detil informasi yang saya dapatkan tentang riset ini. Namun scara garis besar daur ulang limbah nuklir ini memanfaatkan limbah hasil reaksi fisi dari reactor nuklir yang terdiri dari plutonium dan uranium (kadar rendah) untuk dipakai lagi sebagai bahan bakar reactor nuklir lagi (dalam kadar yang ditentukan). Meskipun daya yang dihasilkan tidak sebesar daya yang dihasilkan oleh bahan bakar yang bukan limbah, setidaknya pendaur ulangan limbah nuklir ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dari bahan bakar nuklir serta untuk mengurangi jumlah limbah nuklir di alam. Riset ini dimulai sejak awal tahun 2010, dilakukan untuk menggarap metode baru untuk daur ulang limbah nuklir. Progress yang didapat sekarang sudah pada tahap penjajakkan metode-metode daur ulang limbah nuklir yang sudah ada.



Riset mengenai energy nuklir menarik untuk dibahas dan dilakukan, terutama dalam hal pembangkit listrik untuk kepentingan pemenuhan energy listrik dalam negeri. Namun, lagi-lagi kita terkendala politisasi negeri ini sehingga tidak mudah untuk mengembangkan riset yang berkaitan dengan energy nuklir. Apalagi isu-isu dari pihak yang tidak mendukung energy nuklir sebagai salah satu sarana untuk pemenuhan kebutuhan listrik negeri ini yang ditujukan kepada masyarakat awam dengan isu-isu bahwa energy nuklir sangat menakutkan, layaknya bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada saat perang dunia II, serta peristiwa kebocoran reactor nuklir Cernobyl, dan terakhir adalah kejadian di reaktor nuklir Fukushima yang terjadi ledakan akibat tsunami. Padahal sesungguhnya energy nuklir sangat baik dan memiliki manfaat yang lebih besar jika mengelolanya dengan baik dan aman. Contohnya bisa kita lihat pada Negara-negara yang memiliki reactor nuklir, baik untuk kepentingan pemenuhan energy dalam negeri Negara tersebut maupun untuk kepentingan riset. Negara-negara tersebut aman-aman saja, sampai saat ini tidak terjadi peristiwa-peristiwa menakutkan masa lalu yang diisukan oleh sebagian orang yang tidak mendukung adanya reactor nuklir di negeri ini, Faktor keamanan tersebut tidak terlepas dari hasil riset yang dilakukan oleh ilmuwan masing-masing Negara. Kejadian ledakan ataupun kebocoran bisa kita antisipasi dengan terus melakukan evaluasi setiap saat untuk terus melakukan pengembangan-pengembangan yang bisa menjadikan sistem keamanan pada reaktor nuklir ataupun teknologi yang lain bisa semakin baik. Tidak bijak jika kita terus memperdebatkan layak atau tidak layaknya suatu jenis teknologi diterapkan di negeri ini, karena banyak sekali solusi yang bisa dilakukan untuk menerapkan hasil dari teknologi.
Oleh karena itu, tetaplah optimislah untuk menghasilkan riset-riset canggih khususnya dalam tulisan ini berupa riset teknologi nuklir, setidaknya untuk saat ini dalam bentuk pemodelan, beberapa tahun ke depan pasti bisa dilakukan dalam bentuk real .
Demikian tulisan ini saya buat, mohon maaf jika dalam penyampaian informasi ataupun penataan kata yang tidak tepat. Mohon koreksi atas tulisan ini agar dikemudian hari tidak melakukan kesalahan yang sama.
Mohon maaf juga jika informasi yang saya sampaikan tidak lengkap dan kurang valid, karena sumber informasi hanya berasal dari kakak angkatan fisika 2007 yang sedang melakukan TA di bidang ini.
Terimakasih……^^


Oleh              : Rouf, Fisika ITB'09